BPC Perhumas Malang Raya Gelar Seminar “Visi Pimpinan Terhadap Urgensi Humas”

BPC Perhumas Malang Raya, Rabu (19/8/09) menggelar Seminar bertemakan “Visi Pimpinan Terhadap Urgensi Humas” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan pembicara Walikota Batu, Edy Rumpoko, Pembantu Rektor III UMM, Drs. Joko Widodo, dan Direktur Radar Malang/Jawa Pos, Rohman Budijanto.

Seminar yang dihadiri 100 peserta, dari Pengurus dan anggota BPC Perhumas dan Perhumas Muda, para praktisi humas perguruan tinggi, pemerintah daerah, konsultan humas, dan para akademisi serta mahasiswa Jurusan ilmu komunikasi di buka oleh Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan dilanjutkan dengan MOU tentang kompetensi praktisi PR antara BPC Pehumas Malang Raya dengan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UMM.

Ketua BPC Perhumas Malang Raya, Dr. Zulkarnain Nasution, dalam sambutannya menyampaikan tentang eksistensi organisasi profesi Perhumas di Malang Raya yang telah didirikan dan dilantik pada tanggal 19 Mei 2009 oleh BPP Perhumas, Bapak Muslim Basya. Visi dan Misi Perhumas secara nasional adalah mengembangkan kompetensi para professional humas di Indonesia untuk mendukung pengembangan citra positif dan reputasi institusi dan bangsa Indonesia.

Menyinggung kegiatan ini, Zulkarnain Nasution menjelaskan “pertemuan berkala ke-2 Perhumas Malang Raya ini dilaksanakan dalam rangka untuk menyusun program kerja BPC Perhumas Malang Raya dan Perhumas Muda melalui Raker I. Kegiatan Raker ini di awali dengan seminar dengan tema Visi Pimpinan Terhadap Urgensi Humas. Tema tersebut sangat penting untuk mengetahui apresiasi pimpinan institusi terhadap urgensi humas, mengingat pada umumnya persepsi tentang adanya bagian humas dalam suatu organisasi merupakan good will dari pimpinan daripada dianggap sebagai suatu kebutuhan professional. Disini tidak jarang ada gap antara kemauan pimpinan dan kemauan seorang humas. Problem utama dirasakan oleh seorang praktisi humas, disatu sisi sebagai staf atau pegawai, harus mengabdi pada pimpinan, disisi yang lain praktisi humas harus mengabdi kepada tuntutan professional sebuah profesi PR/humas. Oleh karena itu mempertemukan kedua kepentingan tersebut menjadi pijakan yang baik bagi seorang PR/humas untuk memulai kerja,“ ujar Zul yang juga Kepala menjabat sebagai Kepala Humas Universitas Negeri Malang.

Walikota Baru, Edy Rumpoko, dalam acara seminar tersebut menyampaikan tentang potensi objek parawisata di Kota Batu. Potensi ini menjadi andalan Kota Batu sehingga ikon Kota Wisata Batu, dengan fasilitas wisata siang dan malam harinya. Pada siang harinya Kota Wisata Batu dikenal dengan Jatim Park, Agrowisata, dan tempat-tempat wisata lainnya. Sedangkan pada malam hari difasilitasi dengan objek wisata Batu Night Spectakuler yang dibuka pada sore hingga tengah malam. Kesemua ini menjadi andalan Kota Batu agar para wisatawan yang datang mau membelanjakan uangnya di Kota Batu, seperti penginapan, kuliner, cendramata dan lain-lainnya.

Oleh karena itu, ujar Edy Rumpoko dihadapan para pengurus dan anggota Perhumas Pemerintah Kota Batu meletakkan pentingnya bagian Humas di pemerintahan sebagai bagian yang memenej komunikasi, promosi, reputasi Kota Wisata Batu.

Sedangkan Pembicara lain, Pembantu Rektor III UMM, Drs. Joko Widodo, M.Si mengatakan, “Perguruan Tinggi (PT) memerlukan humas untuk mengkomunikasikan temuan, ide dan pandangan serta segala aktivitasnya untuk merangsang pengetahuan, simpati, dan dukungan public sehingga apa yang ditemukan, digagas dan dilakukan oleh PT tidak berhenti pada cakupan internal melainkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk maju. Oleh karena itu PT merupakan salah satu cerminan suatu peradaban masyarakat, maka tugas humas adalah menjadikan opini yang mendukung trust (kepercayaan) masyarakat kepada PT. Modal trust ini sangat penting karena menentukan banyak hal terkait PT, seperti, citra, reputasi, kepercayaan diri dan dukungan”.

Sementara pembicara dari Radar Malang/Jawa Pos, Rohman Budijanto menjelaskan, “bahwa hubungan humas dengan media massa seperti simbosis mutualistis, dimana antara kedua lembaga ini sama-sama saling membutuhkan. Humas membutuhkan media untuk menginformasikan dan membangun reputasi institusinya, sebaliknya media membutuhkan informasi yang dimuat di suratkabarnya.” (Zul)

Iklan

~ oleh zulkarnainnst pada Agustus 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: